sekeping doa

23 April

ada Engkau entah di sana mana,
menyelami kedalaman rasa, memperhatikan penuh saksama
penuh cinta, tepatnya.

yah, Kau memang penuh cinta.
seperti rasa yang ditanamtumbuhkan, lahir membesar mengembang dalam darahMu
dari leluhurMu, dari leluhur leluhurMu, dari junjunganMu, dariNya.
Subhanallah, indah . . . sangat.

terbesit secuil ragu, adakah juga Kauberi untukku?
ah sungguh, ragu itu terlalu!

karena bahkan,
Kaupercikkan cinta sebelum kupinta
Kausentuh jiwa sebelum kutersadar
Kauketuk hati sebelum kumembuka
Kau ada, selalu ada, sejak dulu hingga tanpa batas.

Duhai Engkau yang terpilih, raja para kekasih . . .
izinkan kusisipkan sekeping doa
dalam barisbaris pinta yang taksempurna
untukMu yang berlimpah cinta sempurna.

aaamiiin

.R.

kilas

kilas tulisan beberapa waktu lalu pada http://resthisikampretajah.blogspot.com/2008/12/261208.html

261208
luruh bersanding dengan lirih. lantas luluh dan melebur … awalnya seperti tercebur. tak urung selalu mencoba untuk kabur.
“ini dogma sayank…,” berusaha meyakinkan diri sendiri.
perlahan… satu hari di suatu waktu pun ada yang lumer, meluber… seperti tanpa habis. padahal tanpa sadar telah terkikis.
“ini dogma sayank…,” seperti fatum yang termaktub dalam aliran darah.
“hanya pasrah, lillaah…!!!”

.R.