catatan di pagi 29 Ramadhan 1431 H

adakah kubilang kerinduanku sudah terobati?
rasa itu seperti mencuat, bahkan sebelum kau beranjak lagi.

setiap mencoba memalingkan rasa ini, aku hanya mendapati udara yang mendadak lengang,
terhempas dari gemuruh riuh suara-suara yang menyambutmu . . .

mengapa terasa pedih?

layakkah aku merasa tidak rela membiarkanmu kembali pergi?

“pikiranmu tentang kepergianku dan bergantinya aku oleh yang lain membuatmu melupakanku dan setiap hal yang terjadi di antara kita. sesungguhnya aku tetap di sini, tanpa kau sadari . . .”

“jika demikian, buat aku terus merasakanmu tanpa terbatas waktu, Duhai Ramadhan Kareem . . .

.R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s