apakah saya takut mati?

“Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

saya yakin bahwa jauh di kedalaman lubuk hati, setiap orang menyadari cepat atau lambat akan merasakan kematian. namun selama ini, konsepsi dan perihal mengenai kematian dianggap menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. hal ini mungkin karena orang menganggap bahwa perbincangan mengenai kematian akan menjadi sebuah doa yang khawatir dengan sangat cepat diaminkan oleh para malaikat, “ucapan adalah doa”.

dengan paradigma yang demikian, setiap orang jadi terlatih untuk enggan memikirkan tentang kematian. lantas, setiap orang kurang berfokus diri untuk mempersiapkan kematian masing-masing. bukan berarti menyiapkan sepetak tanah dan secarik wasiat warisan, mempersiapkan kematian adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk bisa merasakan suatu titik di mana kematian bukanlah hal yang menakutkan.

apakah kematian menakutkan? saya belum merasakannya. saya diajarkan bahwa kematian adalah pertemuan kembali antara ciptaan dengan Sang Pencipta. kematian adalah berpulangnya ciptaan ke sebuah “kampung halaman” yang kekal, dunia penuh rahmat. kematian adalah perpisahan antara ruh yang murni dengan tubuh yang berlumur nafsu. adakah masa yang lebih baik darinya?

namun demikian, “jalan” setiap orang dalam merasakan kematian tidaklah sama: kecelakaan, sakit, atau tidak keduanya. kita cenderung menyebut bahwa seseorang meninggal/wafat karena kecelakaan atau sakit. namun, sedikit dari kita yang mengatakan bahwa seseorang meninggal/wafat karena telah tiba baginya waktu untuk bertemu dengan Penciptanya. dapatkah kita sebut bahwa sebenarnya kita mengambinghitamkan kecelakaan/sakit atas suatu kondisi yang sebenarnya telah kita sadari tapi terlalu tabu untuk diucapkan: takdir akan kematian?

jalan bagi setiap orang untuk merasakan kematian memang berbeda, tetapi bukan berarti kita tidak dapat memilihnya. (mungkin) jalan terbaik untuk mempersiapkan kematian adalah dengan mengingatnya, “. . . dan beribadahlah seolah kamu akan mati besok” (Rasulullah saw).

.R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s