ke mana saya harus pulang?

saya baru merasakan arti sebuah perpisahan, atau kehilangan, yang sebenar-benarnya. setidaknya begitulah saya menafsirkan perpisahan yang harus saya alami kali ini. walaupun, secara teori tidak ada benda (atau energi) yang benar-benar hilang di semesta ini: hanya berpindah tempat atau berubah wujud.

antara nyata atau tidak. sesekali saya harus menyadarkan diri bahwa ia-lah yang telah berpulang ke kampung halaman abadi. ada rasa di mana ia terasa dekat: menanti saya di rumah atau menunggu kabar karena saya takkunjung pulang di saat malam makin larut; ada begitu banyak cerita yang tersimpan dan menunggu untuk disampaikan kepadanya; ada rasa manja yang membludak dan ingin sekali dilampiaskan dengan memeluk-meluk atau menciuminya walaupun ia selalu protes kegelian; ada setumpuk list belanja makanan, pakaian, atau aksesori wanita lainnya yang selalu saya ingat ingin saya hadiahkan kepadanya; ada kerinduan. kepada siapa lagi harus saya curahkan semua rasa itu di saat ia-lah yang menjadi satu-satunya? ia tidak tergantikan, sama sekali.

saat ini saya seperti anak kehilangan induk, dan kehilangan induk sama dengan tidak memiliki tempat untuk pulang. ke mana saya harus pulang?

.R.

3 responses to “ke mana saya harus pulang?

  1. mungkin perlu memahami kalimatnya secara lebih bijak agar tidak salah paham. percayalah, saya meyakini Allah & RasulNya dan tidak bermaksud meremehkan betapa Maha Penyayang Ia.

    terima kasih telah memberi komentar🙂

  2. مَاشَآءَاللَّهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s