catatan di pagi 21 Rabiul Awal 1433 H

bismillah.
masih merayakan bulan Mawlid (bulan kelahiran Nabi Suci Muhammad SAW). hari ini bertepatan dengan 14 Februari yang dikenal sebagai hari Valentine. tergelitik untuk berbagi sepenggalan pengetahuan yang dibagi melalui milis yang saya ikuti. bertemakan Mawlid dan penjelasan akan cinta kepada Beliau, Sayyidina Muhammad SAW. penjelasan tersebut merupakan hasil wawancara seorang wartawan di Jakarta dengan Mawlana Syaikh Hisham Kabbani, guru kami yang juga merupakan murid dari Sultanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim.

semoga bermanfaat serta menumbuhkan dan menambahkan kecintaan kepada Beliau, Sayyidina Muhammad SAW, bagi siapa pun yang membaca dan menerima dengan ikhlas pengetahuan berikut.

Wartawan:
Sehubungan dengan Maulid Nabi (s), apa dan bagaimana Rasulullah (s) mengajarkan kita mengenai cinta, dan bagaimana kita mengikuti ajarannya dalam konteks cinta menurut ajaran Sufi?

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q):
Jika kita mencintai Nabi (s), kita akan memberinya posisi tertinggi yang dapat kita berikan. Jadi bagaimana menurut Anda dengan Allah (swt), Yang menciptakan Muhammad (s)? Di dalam setiap makhluk pasti ada cahaya Muhammad (s), kalau tidak, makhluk tersebut tidak akan muncul. Mereka yang mencintai Sayyidina Muhammad (s) akan bersama beliau (s)! Wahai para pencinta Nabi (s)! Hal termanis yang dapat Anda bicarakan adalah tentang cinta; tidak ada yang lain kecuali cinta. Seluruh dunia adalah berdasarkan cinta: Sayyidina Adam (a) mempunyai cinta terhadap Ummina Hawa (a) dan Hawa (a) mempunyai cinta terhadap Adam (a).

Musuh cinta adalah Iblis, karena ia ingin agar segala sesuatu menjadi buruk bagi Nabi (s) dan bagi Sayyidina Adam (a). Ia ingin agar menjadi yang paling diterima dalam pandangan Allah (swt)! Itulah sebabnya ia tidak mau melakukan sujud terhadap Sayyidina Adam (a). Para malaikat bersujud kepada Adam (a) karena mereka mematuhi Allah (swt) dan mereka dapat melihat cahaya Muhammad (s) pada kening Sayyidina Adam (a).

Kita berada di bulan Maulid, dan mereka yang mengerti bahasa Arab dapat memahami betapa para awliyaa memuji Nabi (s) di dalam qasidah-qasidah mereka.

Cinta merupakan kunci bagi keimanan kita, dan Maulid an-Nabi (s) merupakan kunci untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Sayyidina Muhammad (s). Cinta adalah untuk selalu memikirkan sang kekasih. Merayakan Maulid, merupakan sebuah jalan untuk lebih dekat terhadap Nabi kita (s) karena kita mengaitkan peristiwa kelahirannya, kemudian mengaitkan bagaimana beliau dibesarkan dan bagaimana beliau menjadi seorang manusia yang sempurna di masa jahiliyah. Kemudian kita mengingat bagaimana Allah (swt) mengutusnya kepada umatnya dan bagaiamana beliau menghadapi perjuangan yang berat untuk membawa risalah Qur’an yang suci; risalah Keesaan Ilahi dan risalah tentang martabat manusia.

Nabi (s) bersabda kepada seorang Badui yang memanggilnya dari pintu masjid ketika beliau sedang menyampaikan khotbah Jumat dan bertanya, “Kapankah Hari Kiamat itu?” dan Nabi (s) bertanya kepadanya, apa yang telah ia siapkan untuk hari itu? Dan orang Badui itu menjawab, “Aku tidak mempersiapkan banyak ibadah, salat, dan puasa. Tetapi aku mencintaimu dan aku mencintai Tuhanmu.” Nabi (s) menjawabnya, “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai.” Jawaban itu bagaikan Eid bagi para Sahabat, karena hingga saat itu mereka bergantung pada perbuatan baik dan ibadah dalam mengharapkan kebersamaan bersama Nabi (s) di Surga. Ketika Nabi (s) bersabda, “Engkau akan dibangkitkan bersama orang yang kau cintai,” mereka merayakannya seperti hari ketika mereka baru masuk Islam.

Wartawan:
Beberapa di antara masyarakat kami merayakan Hari Valentine, sebagai Muslim bagaimana kita merayakan cinta?

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q):
Kita harus membuat Hari Valentine untuk Kekasih kita setiap hari dan Mawlid an-Nabi (s) adalah Hari Valentine kita. Allah menciptakan seluruh alam semesta ini demi kecintaan terhadap Sayyidina Muhammad (s). Jadi Allah membuatkan Valentine bagi kita setiap hari. Lalu apa lagi yang kita lakukan untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Sayyidina Muhammad (s)? Ok, ya, jika Anda suka, rayakanlah Hari Valentine, tetapi bila kalian melakukannya, mengikuti kebudayaan Barat dan tradisi Barat, bukankah merupakan tugas atau kewajiban kita untuk merayakan Mawlid an-Nabi (s) yang berasal dari kebudayaan dan tradisi kita? Pada hakikatnya Hari Valentine dunia Barat bukanlah tradisi kita karena fokusnya adalah pada hawwa nafsu. Di lain pihak Mawlid, yang merupakan Hari Valentine bagi Muslim berfokus pada kecintaan pada Allah dan cinta pada Nabi-Nya tercinta (s).

*Berikut adalah versi bahasa Inggrisnya.

Reporter:
In relation to Maulid Nabi, what and how Rasulullah teach us on love,and how we follow his teaching in the context of love according to Sufi Teaching?

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani (q):
If we love Prophet (s), we give him the highest possible station we can. So what do you think about Allah (swt), Who created Muhammad (s)? In every creation there must be the light of Muhammad (s) or else that creation will not appear. Those who love Sayyidina Muhammad (s) will be with him! O lovers of Prophet (s)! The sweetest thing you can speak about is love; there is nothing else except cinta. The whole world is based on cinta: Sayyidina Adam (a) had cinta to Ummina Hawa (a) and Hawa (a) has cinta to Adam (a).

The enemy of love is Iblees, because he wanted everything bad for Prophet (s) and for Sayyidina Adam (a). He loves to be the most accepted in the eyes of Allah (swt)! That is why he was not able to make sajdah to Sayyidina Adam (a). The angels were making sajdah to Adam (a) because they were obedient to Allah swt and they could see the light of Muhammad (s) on Sayyidina Adam’s (a) forehead.

We are in the month ofMawlid, and those who speak Arabic understand how much the awliyaa are praising Prophet (s) in all their qasidas.

Love, Cinta, is the key to our faith, and Maulid an-Nabi (s) is the key to increasing our love to Sayyidina Muhammad (s). Cinta, is to always think about the beloved. Celebrating Mawlid, is a way of becoming close to our the Prophet (s) because we are relating the events of his birth, then relating how he was raised up, and how he became a perfect human being in a time of complete ignorance. Then we remember how Allah sent him to his community and how he faced a great struggle to bring the message of the Holy Qur’an ; the message of Divine Unity and the message of human dignity.

The Prophet (s) said to the Bedouin, who called out to him from the door of the mosque when he was giving the Jumahkhutba, “When is Judgment Day?” and the Prophet (s) asked him what he prepared for that day? And the Bedouin replied, “I have not prepared much of worship, prayers and fasting. But I do love you and I love your Lord.” The Prophet (s) replied to him, “You will be with the one you love.” That answer was like Eid for the companions, for up to that time they were depending on good deeds and worship, in the hope to be with the Prophet (s) in Paradise. When the Prophet (s) said “You will be resurrected with the one you love” they were celebrating like the day they entered Islam.

Reporter:
Some of our society celebrates Valentine Day, as Muslim how we celebrate love?

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani (q):
We must make Valentine’s Day for our Beloved every day and Mawlid an-Nabi (s) is our Valentine’s Day. Allah created this whole world for the love of Sayyidina Muhammad (s). So Allah is making for us a Valentine every day. What then are we doing to show our love to Sayyidina Muhammad (s)? Ok, yes, if you like, celebrate Valentine’s Day, but then if you do that, following a western culture and a western tradition, is it not then incumbent on you to celebrate Mawlid an-Nabi (s) which is from our culture and our tradition? In reality western world’s Valentine’s Day is not our tradition because its focus is on desire, hawwa. Mawlid, the Muslim Valentine’s Day, on the other hand, is focused on love of Allah and love of His Beloved Prophet (s).

“Mawlid Mubarak.”

.R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s