siapa menanam cinta, akan memanen cinta . . .

apakah pernah terpikirkan oleh Anda bila pada waktunya nanti, adakah yang mengurus jenazah Anda hingga ke liang kubur?

***

beberapa waktu lalu seorang adik dari almarhumah mama tercinta menyampaikan suatu kalimat yang belum terpikirkan oleh saya hingga saat itu, “Mama meninggalnya enak, banyak yang urus. Saat sakit pun banyak yang memperhatikan. Saat telah meninggal pun banyak yang memedulikan dengan mengirimkan berbagai makanan untuk acara tahlilan, bahkan makanannya sampai dihadiahkan kembali karena begitu banyaknya. Mungkin karena semasa hidupnya mama sangat perhatian sama tetangga dan orang-orang di sekitarnya. Tante engga tau nanti saat meninggal seperti apa. Belum tentu ada yang urus.”

pernyataan yang benar-benar bikin saya tidak berhenti memikirkannya hingga saat ini. lantas saya merunut memori ke beberapa waktu lampau: sudahkah saya merawat orang tua saya dengan begitu baiknya selayak orang tua saya menunjukkan bahwa mereka merawat orang tua mereka dengan sangat baik? jika kesempatan bagi saya telah berlalu untuk merawat dengan sangat maksimal almarhumah mama semasa hidup beliau, maka saya tidak ingin menyianyiakan kesempatan untuk merawat beliau yang telah berada di alam barzah. sungguh, Ia adalah Sang Maha Pemurah dan Penuh Cinta.

***

baru saja membaca kisah mengenai seorang yang sangat rendah hati yang keseharian hidupnya dibusanai dengan kefakiran: Beliau, Sayyidina Uwais Al-Qarny. Beliau adalah seorang yang begitu patuh dan senantiasa merawat kedua orang tuanya. bahkan, dalam kondisi sang ibunda lumpuh, Beliau tidak pernah sungkan untuk menggendongnya ketika sholat. tidak pernah ada masa di mana Beliau meninggalkan sang ibunda tanpa izin darinya. Beliau adalah seorang yang tidak ingin dikenal oleh orang-orang, tetapi oleh Rasulullah SAW dikatakan bahwa Beliau sangat dikenal oleh penduduk langit. dan bukti cinta Allah kepada Beliau sebagai hadiah yang ditampakkan kepada penduduk bumi atas cinta Beliau kepada kedua orang tua, Rasulullah, dan Allah adalah saat wafatnya Beliau. diriwayatkan bahwa saat Beliau wafat, banyak orang tidak dikenal yang memandikan, mengafani, mengusung jenazah, menggali kubur, hingga menguburkan Beliau. padahal, dikatakan bahwa karena kefakirannya, Beliau diacuhkan oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya. konon, dikatakan bahwa orang-orang tidak dikenal tersebut adalah para malaikat Allah. masya Allah, lahawla wala quwwata illabillah.

***

mungkin kita tidak menyadari bahwa selayak anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan sangat baik oleh orang tua, orang tua adalah ladang amal yang berjarak sangat dekat dari anak. bukan saya yang menjadi anugerah yang diberikan kepada orang tua saya, tetapi orang tua saya adalah anugerah terindah yang diberikan kepada saya. alhamdulillah wasyukrulillah.

apakah pada waktunya nanti, ada yang akan mengurus saya? semoga . . .

.R.

kisah lebih lanjut mengenai Sayyidina Uwais Al-Qarny bisa diperoleh melalui Uwais al-Qarny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s